Bismillahirrahmanirrahim.
Segala puji bagi Allah SWT Tuhan semesta alam
"Segala puji bagi Allah SWT yang mencipyakan langit dan bumi, menjadikan gelap dan terang, namun orang-orang yangkafir mempesekutukan (sesuatu) dengan Tuhan mereka."(QS. Al An'am:1)
"Segala puji bagi Allah SWT, pencipta langit dan bumi, yang menjadikan para malaikat sebagai utusan yang memiliki sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Alah SWT menambahkan dalam ciptaan-Nya sesuai dengan kehendak-Nya. Sesungguhnya Allah SWT Mahakuasa atas segala sesuatu." (QS. Fathir:1)
Aku bersaksi bahwasanya tiada Tuhan selain Allah SWT, Yang Maha Esa lagi tiada sekutu bagi-Nya.
Aku bersaksi bahwasanya Nabi Muhammad SAW itu adalah hamba dan utusan-nya. Tuhan mengutusnya sebagai penunjuk, pemberi kabar gembira dan peringatan, penyeru kepada Allah SWT dengan izin-Nya, serta pelita cahaya bagi kegelapan.
Ia menyampaikan risalah, menunaikan amanah, menasehati umat, dan berjihad di jalan Allah SWT hingga datang kepadanya kepastian.
Semoga umatnya senantiasa bershalawat dan salam yang tak henti-hentinya kepadanya, kepada keluarga dan kepada para sahabatnya.
"Hari itu kuberanjak dari tempat tidurku, karena ketenangan pergi meninggalkanku, Wahai malam pertama di kubur, Katakanlah apa yang akan terjadi?"
Ada dua malam yang senantiasa dibayangkan setiap muslim:
Pertama: sebuah malam ketika ia berada di rumahnya dalam keadaan bahagia, hidup berkecukupan, sehat dan sejahtera, dan tertawa riang bersama mereka.
Kedua: sebuah malam setelah ia dimasukkan ke dalam liang kubur dan hari pertama ia tinggal di dalamnya.
Mengenai malam kedua ini, seorang penyair Arab berkata:
"Hari itu kuberanjak dari tempat tidurku,
karena ketenangan pergi meninggalkanku."
Lalu ia berkata:
Lalu aku berjalan ke sana ke mari, kemudian berpindah dari satu tempat tidur ke tempat tidur yang lain. Sungguh, malam itu aku sama sekali tidak bisa tidur karena memikirkan malam pertama di kubur.
Sungguh demi Allah SWT......
Bagaimanakah keadaan malam pertama di kubur nanti?
Ya....!
Pada malam itu seorang manusia ditempatkan di dalam sebuah lubang seorang diri tanpa teman, istri dananak-anak, dan ia hanya akan ditemani oleh amalnya sendiri.
"Kemudian mereka dikembalikan kepada Allah SWT, Penguasa mereka yang sebenarnya. Ketahuilah, bahwa segala hukum kepunyaan-Nya. Dan Dialah pembuat perhitungan yang paling cepat."(QS. Al an'am:62)
Malam pertama di liang kubur....
Syahdan, seorang yang shaleh tiba-tiba mengalami sakaratul maut karena sengatan ular. Pada saat itu ia tengah berada di perjalanan dan lupa mengucapkan selamat tinggal kepada ibunya, bapaknya, anak-anaknya dan saudara-saudaranya. Ia menyenandungkan sebuah kidung, yang ia lafalkan seiring dengan nafas terakhirnya yang tersengal. Ya, kidung itu adalah qasidah Umm al-maratsi al-arabiyyah fi asy-syi'r al-arab. Ia berkata sambil merangkak ke kuburnya:
"Alangkah menyedihkannya saat aku ditinggal sendirian:
tidur di dalam lubang setinggi dua batu nisan."
Mereka berkata, "Jangan pergi..!" Namun mereka menguburku.
"Oh....tempat manakah yang lebih jauh dari tempatku ini?"
Kemudian, orang itu meratap:
"Bagaimana aku tidak bisa pamit pada kedua orang tuaku?"
"Beginikah kehidupan berakhir? Beginikah aku pergi meninggalkan semuanya?"
"Beginikah harta dan kekuatanku hilang seketika?"
Sahabat-sahabatku dan orang-orang yang menguburkanku memohon kepadaku, "Jangan pergi...! Ya Allah SWT jangan pisahkan kami!"
"Tempat manakah yang lebih jauh dari tempatku ini?"
"Tempat manakah yang lebih buruk dari tempatku ini?"
"Tempat manakah yang lebih gelap dari tempatku ini?"
Dapatkah anda bayangkan semua ini?
Allah SWT berfirman:
"Hinga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, ia berkata: "Ya Allah SWT kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat bajik pada urusan-urusan yang telah aku tinggalkan." Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yag diucapkannya saja. dan di hadapan mereka ada tembok tinggi sampai hari mereka dibangkitkan."(QS. Al Mu'minun:99-100)
Sungguh, bila kematian telah datang, maka sekali-kali kita tidak akan mungkin dikembalikan lagi ke dunia. Pada hari itu engkau akan melihat semua amal perbuatanmu. Hari itu juga engkau akan menyesal yakni ketika memang dirimu tak bisa lagi berbuat kemaksiatan.
"Wahai orang yang meninggalkan masjid ketika datang waktu shalat!
Wahai orang yang berpaling dari ajaran Al-Qur'an!
Wahai orang yang melanggar batas-batas Allah SWT!
Wahai orang yang hidup dalam jurang kemaksiatan kepada Allah SWT!
Wahai orang yang merusak pagar-pagar yang diharamkan Allah SWT!
Sekarang engkau bertaubat, tapi di manakah engkau sebelum ini?"
Para Sejarawan Islam menuturkan:
Arkian Hasan ibn Hasan, cucu Ali bin Abi Thalib ra meninggal dunia dengan meninggalkan seorang istri dan beberapa anak yang masih kecil. Bahkan, umur dia waktu itu pun masih sangat muda.
Namun, itulah kematian, tidak memandang muda,kaya, miskin, gubernur, raja, menteri ataupun sultan. Bila kmatian datang menjemput manusia, maka ia akan mengeluarkan mereka dari istana-istana mereka dan kemudian menempatkan mereka di liang-liang kubur tanpa kompromi sedikitpun.
Demikianlah, Hasan ibn Hasan mati tiba-tiba. Lantas orang-orang pun menguburkannya. Syahdan, tatkala melihat kenyataan tersebut, istrinya pun sangat sedih sekali. Lalu ia menuntun anak-anaknya pergi ke kuburan suaminya dan kemudian mendirikan sebuah tenda di situ."
Setelah tenda berdiri, ia bersumpah dengan menyebut nama Allah SWT, dirinya dan anak-anaknya, bahwa ia akan menangisi suaminya selama satu tahun penuh.
Kesedihan yang sangat memilukan. Dan ia pun terus menangis.
Setelah satu tahun kemudian, tepatnya pada sebuah malam ia pun merobohkan tendanya dan kemudian pergi membawa anak-anaknya meninggalkan kuburan itu. Saat itulah, tiba-tiba ia mendengar suara perbincangan berikut ini:
Seseorang di antara mereka berkata, "Apakah mereka endapatkan apa yang mereka cari?"
"Tidak." jawab temannya. "Mereka bahkan putus asa, lalu pergi."
Mereka tidak menemukan apa yang mereka inginkan. Mereka tidak menemukan barang mereka dan juga barang titpan mereka.
Sekantung karunia dari sisi Allah SWT yang kami minta, adalah barang titpan terbaik dari Pemberi terbaik.
"Mereka tidak menemukannya. Bahkan mereka putus asa, lalu pergi."
Ia tidak mengajak mereka bicara dari kubur. Ia tidak keluar menemui mereka satu malam pun. Ia tidak menciumi anak-anaknya. Dan ia tidak sekalipun bangun untuk melihat istrinya sekalipun.
Itulah malam pertama di alam kubur.
Namun demikian, ada malam-malam lain bagi seseorang yang baik perbuatannya. Allah SWT berfirman:
"Dan orang-orang yang beriman, diikuti oleh keturunan mereka dengan keimanan, kami pertemukan mereka dengan keturunan mereka. Dan Kami tidak akan kurangi pahala perbuatan mereka sedikitpun. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya."(QS. Ath-Thur:21)
Seorang penyair, Abu Atahiyah, suatu ketika memberikan nasehatnya kepada salah seorang sultan yang terlena dengan berbagai kemegahan istananya dan tidak ingat bagaimana kelak malam pertama di liang kuburnya.
Dan kepada setiap orang yang merasa memiliki kehormatan, mereka yang sombong dan sewenang-wenang, perlu kami bertanya kepada mereka, apa yang mereka ketahui tentang malam itu?
Ingatlah kisah Sang Sultan berikut ini.
Arkian, ia membangun istana-istananya yang megah di Baghdad. Lalu Abu Attahiyah datang kepadanya dan memuji kemegahan istana-istananya. Lalu ia berkata kepadanya:
"Engkau boleh berpikir akan menikmati hidupmu di istana-istanamu yang megah ini selama-lamanya, seribu tahun lamanya, atau satu juta tahun lagi. Hidup sesukamu, siang dan malam. Silahkan saja anda makan dan minum apa yang anda sukai. Tapi, dengarkanlah apa yang aku katakan berikut ini:
"Kala nyawa telah tersengal dengan lenguh gemertak dada,
anda baru akan tersadar bahwa selama ini anda tertipu."
Mendengar itu,sang sultan pun menangis hingga pingsan. Lantas, ia tersadar bahwa selama ini dirinya telah tertipu oleh gemerlapnya duniawi.
Aku sarankan pada diriku dan pada kalian semua, wahai kaum muslimin: siapkanlah sebuah cahaya untuk malam pertamamu di liang kubur!
Demi Allah SWT, tidak ada yang akan menerangi kita di liang kubur, kecuali keimanan dan perbuatan baik kita.
Dan dengan kebaikan itulah kita akan mendapat teman yang akan menemani kita di liang kubur pada malam terputusnya komunikasi kita dengan keluarga, harta, anak, dan sahabat kita.
Syahdan, Rasulullah SAW dengan kaum muslimin pergi menuju Perang Tabuk. Pada satu malam, tepatnya di sela-sela hari pertempuran, Rasulullah SAW beserta beberapa sahabat tertidur.
Ibn Mas'ud ra menceritakan:
Malam itu aku terbangun tepat di akhir malam. Lalu, aku pergi melihat tempat tidur Rasulullah SAW. Namun, beliau ternyata tak berada di tempatnya. Lalu aku meraba tempat tidurnya dengan telapak tanganku. Dingin!
Setelah itu aku pergi menuju tempat tidur Abu Bakar. Namun, aku tidak menemukan Abu Bakar ra.
Kemudian, aku pun melongok ke tempat tidur Umar ra.
Beberapa saat kemudian, tiba-tiba terlihat olehku sebuah cahaya di ujung perkemahan. Lantas aku pergi endekati cahaya itu. Dan ternyata, terlihat olehku sebuah kuburan telah selesai digali, dan Rasulullah SAW telah turun di dalam liang kubur itu.
Sesaat kemudian, seonggok jenazah disodorkan dari atas oleh beberapa orang. Tampak, jenazah itu pun telah dibalut rapi degan kain kafan.
Abu Bakar ra. dan Umar ra. berada di sekitar jenazah tersebut. Rasulullah SAW bersabda kepada Abu Bakar ra dan Umar ra, "Berikan padaku sahabat kalian itu!"
Setelah mereka berdua menurunkannya, Rasulullah SAW meletakkannya ke dalam liang kubur. Air mata beliau mengalir. Kemudian beliau menghadap kiblat, mengangkat tangannya dan kemudian berdoa:
"Ya Allah SWT aku meridhainya, maka ridhailah ia Ya Allah SWT! aku meridhainya, maka ridhailah ia!"
Aku bertanya, siapakah yang meninggal ini?
Mereka menjawab: Ini saudaramu, Abdullah Dzul Bajadin. Ia meninggal pada malam pertama peperangan ini.
Oh...sungguh ingin rasanya bila aku saat itu adalah mayit tersebut.
"Ya Allah SWT..aku meridhainya, maka ridhailah ia!"
Jika Allah SWT meridhai hamba-Nya, Ia akan membahagiakannya. Namun, tidak bagi orang yang melupakan Allah SWT dan perintah-perintah-Nya, serta melanggar hukum-hukum-Nya.
Kami berkata kepadanya: Wahai saudaraku, apakah engkau ingat akan malam pertama di liang kubur?
*************************************************************************************
Umar bin Abdul Aziz, ketika menjabat gubernur Dinasti Umayyah, konon mengganti pakaiannya yang terbuat dari sutra lebih dari sekali dalam sehari. Ia memiliki emas dan perak yang berlimpah. Ya, semua hal ada padanya, pelayan, istana, makanan, minuman, segala yang diinginkan, segala yang dibutuhkan dan segala yang diidam-idamkannya.
Namun, tatkala ia memangku kekhalifahan, pemimpin umat Islam, ia membuang jauh-jauh semua kemewahan tersebut, karena ia ingat akan malam pertama di liang kuburnya.
Ketika umat telah membai'atnya menjadi khalifah, pada hari jum'at ia berdiri di atas mimbar, dan ia pun menangis.
Maka, para gubernur, menteri, penyair, ulama dan panglima perang yang berada di sekitarnya pun terdiam keheranan. Ia berkata: " Ambil kembali bai'at kalian!"
Mereka berkata: "Kami tidak menginginkan siapapun kecuali engkau." Lalu ia pun mengembannya.
Tidak lebih dari seminggu setelah itu, ia menjadi kurus, melemah dan pucat. Ia hanya memiliki satu pakaian. Orang-orang bertanya kepada istrinya, "Kenapa Umar berubah?" Ia menjawab,"Demi Allah SWT, setiap berbaring di tempat tidurnya, ia selalu membalik-balikkan badannya seolah-olah seperti tidur di atas tumpukkan kerikil. Dan ia berkata: "Aku bertanggung jawab atas perkara umat Muhammad SAW. Pada hari kiamat nanti, orang-orang faki, miskin, anak kecil dan janda akan meminta pertanggungjawabanku."
Salah seorang ulama, yakni Ibn Ziyad, berkata kepadanya, "Wahai pemimpin kaum beriman, sebelum menjadi khalifah, Kami melihatmu di Mekkah selalu dalam keadaan nikmat, sehat dan afiat. Kenapa engkau sekarang berubah?"
Ia pun menangis, hingga hampir pingsan. Kemudian ia menjawab: "Wahai Ibnu Ziyad, apa yang akan engkau lakukan jika engkau melihatku berada di dalam liang kubur setelah tiga hari. Yakni, pada hari ketika aku tanpa pakaian, berbantalkan tanah, berpisah dengan semua yang aku kasihi dan meninggalkan sahabat-sahabatku?"
Bagaimana seandainya engkau melihatku setelah tiga hari itu? Demi Allah SWT, engkau akan melihat satu pemandangan yang buruk."
******************************************************************************
Karena itu marilah kita meminta kepada Allah SWT agar perbuatan kita baik.
Demi Allah SWT...
Jika seorang pemuda bisa hidup seribu tahun lamanya
Menikmati segala kelezatan dan berleha-leha dengan istananya yang damai
Tidak pernah diderita kegelisahan sepanjang hidupnya..
Dan tidak pernah dihinggapi kegundahan.
Namun, sayang itu semua tidak akan sebanding dengan malam pertamanya di liang kubur.
Demi Allah SWT, meskipun ia hidup seribu tahun, dan tidak pernah diderita kegelisahan, kemurungan dan kesedihan, niscaya semua itu tidaklah sebanding dengan malam pertama di liang kubur.
Demi Allah SWT..kita semua pasti akan merasakan malam pertama itu.
Wahai hamba-hamba Allah SWT........
Aku memohon kepada Allah SWT keteguhan hati bagiku dan bagi kalian semua.
*******************************************************************************
Apa yang telah kita persiapkan untuk menyambut datangnya malam itu?
Rasulullah SAW bersabda:
"Liang kubur bisa jadi salah satu taman surga atau salah satu lubang neraka."
Suatu saat, ketika Utsman bin Affan ra. mengantar jenazah ke makamnya, Utsman menangis hingga pingsan. Lalu para sahabat yang lain menggotongnya ke rumah laksana jenazah.
Orang-orang pun bertanya kepadanya, "Megapa engkau menangis hingga jatuh pingsan?" Ia menjawab, "Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: "Liang kubur adalah tempat akhir pertama yang kita singgahi. Jika seorang hamba selamat di dalamnya, ia akan beruntung dan berbahagia. Namun, jika ia gagal, na'udzu billah, niscaya ia akan kehilangan semua akhiratnya."
**********************************************************************************
Dan liang kubur adalah salah satu taman surga atau salah satu lubang neraka. Jika baik, maka hasil yang diraih akan lebih mulia di sisi Tuhannya Allah SWT. Dan jika jelek, maka hasil yang diraih akan lebih buruk.
Celakalah bagi seorang hamba yang menghalang-halangi jalan Allah SWT.....!!!!!
Aku hanya mengatakan apa yang kalian telah dengar dan aku memohon ampunan dari Allah SWT Yang Maha Agung lagi Maha Perkasa untukku, untuk kalian dan untuk semua kaum muslimin.
Maka minta ampunlah kepada-Nya, dan bertaubatlah. Sesungguhnya Ia Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.
***********************************************************************************
Segala puji bagi Allah SWT Tuhan semesta alam, Pelindung bagi orang-orang shaleh. Dan tidak ada permusuhan kecuali bagi orang-orang yang dzhalim.
Shalawat serta salam yang banyak bagi Junjungan Nabi Muhammad SAW, Imam orang-orang yang bertaqwa dan panutan bagi manusia sekalian, juga bagi keluarga dan sahabat-sahabatnya.
Aku mendatangi kubur, lalu aku menyeru: "Mana yang agung dan mana yang hina?"
Aku mendatangi kuburan para pemimpin dan rakyat, kuburan para raja dan jelata, kuburan orang-orang kaya dan orang-orang miskin. Lalu aku menyeru: "Mana yang agung dan mana yang hina?"
Mereka semua fana, apalah berita
Mereka semua mati, kabar pun sirna
Wahai orang yang bertanya tentang orang-orang yang telah berlalu,
Apa yang engkau agung-agungkan di masa lalu???
Orang-orang kaya datang dan pergi. Menghapus sisi baik gambar itu.
Apakah engkau lihat kuburan yang berbeda???
Apakah seorang raja dimasukkan ke dalam liang kubur yang terbuat dari emas atau perak???
Demi Allah SWT...ia meninggalkan kerajaannya, istana-istananya, tentara-tentaranya dan segala yang ia miliki. Ia hanya akan mengenakan sepotong kain, seperti yang kita pakai, dan kemudian ditimbun dengan tanah.
"Ibumu melahirkanmu dengan menangis dan berteriak.
Sedang mereka di sekelilingmu tertawa gembira."
Maka bodohlah engkau jika mereka menangis.
Namun, banyak juga di antara manusia yang mengerti apa itu kuburan dan malam pertama di liang kubur. Maka, mereka berbuat kebajikan. Dan karena itu mereka selalu siap. Mereka menginginkan Allah SWT dan hari akhir, yang Allah SWT tetapkan di hati mereka siang dan malam. Mereka menanti-nanti kematian di setiap waktu.
*****************************************************************************************
Seorang Syekh Shaleh yang aku kenal, suatu hari pergi meninggalkan kota Riyadh untuk menunaikan ibadah umrah. Ikut bersamanya sang istri tercinta yang selalu rajin berpuasa dan shalat malam.
Al-kisah, sebelum berangkat sang istri mengucapkan salam perpisahan kepada anak-anaknya, menuliskan wasiat, dan mencium satu persatu anak-anaknya sambil menangis seolah-olah ia akan mati.
"Kemudian mereka dikembalikan kepada Allah SWT, Penguasa mereka yang sebenarnya. Ketahuilah, bahwa segala hukum kepunyaan-Nya. Dan Dialah Pembuat perhitungan yang paling cepat."(Q.S. Al-An'am:62)
Ia pergi dan menunaikan ibadah umrah bersama istrinya. Ia dan istrinya yang tinggal di dalam rumah yang dibangun di atas pondasi taqwa, keimanan, Al-Qur'an, dzikir, puasa, shalat, dan ibadah. Mereka tidak mengenal gibah, perbuatan keji ataupun kemaksiatan. Ia dan istrinya kembali. Ketika ia dalam perjalanan menuju Riyadh, ajal yang pasti itu datang kepada istrinya.
"Janji yang sebenar-benarnya dari Allah SWT. Allah SWT tidak akan mengingkari janjinya. Akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. Mereka hanya mengetahui yang lahir dari kehidupan dunia, dan mereka lalai dengan kehidupan akhirat."(Q.S. Ar-Rum:6-7)
Sang suami melanjutkan kendaraannya. Namun, tiba-tiba kendaraannya terbalik dan sang istri meninggal di tempat kecelakaan Insya Allah, ia pun nati syahid.
"Mereka itulah orang-orang yang Kami terima dari mereka amal yang baik yang telah mereka kerjakan dan Kami ampuni kesalahan-kesalahan mereka, bersama penghuni-penghuni surga, sebagai janji yang benar yang telah dijanjikan kepada mereka."(Q.S. Al-Ahqaf:16)
Sang suami keluar dari pintu belakang, berdiri di hadapan istrinya yang tengah sakaratul maut. Istrinya berkata: "Laailaaha illallah Muhammadurrasulullah. Allah,Allah,Allah."
Ia berkata kepada suaminya, "Semoga Allah SWT memberimu maaf sampai bertemu di surga. Sampaikan salamku kepada keluarga.
Aku memohon kepada Allah, semoga keluarga itu bertemu di surga. Semoga kita, kekasih kita dan kerabat kita berkumpul di surga. Kalian pergi, kami pergi. Alangkah penuhnya hati kami dengan rindu. Ketika hati kami memanggil kalian. Hampir saja kesedihan membinasakan kami. Jika sulit bertemu di dunia. Pertemuan mahsyar cukup bagi kita.
Lelaki itu kembali ke Riyadh, menguburkan istrinya, pulang ke rumahnya sendiri tanpa istri, dan disambut oleh anak-anaknya. Hidup mudah dan sederhana. Namun, yang selalu membuatnya gelasah adalah sikap anak perempuannya yang paling kecil. Anak itu selalu bertanya-tanya kepadanya, "Kemana ibu?" Maka ia pun menjawab, "Ia akan datang." Si anak berkata, "Tidak, aku ingin melihat ibu sekarang." Dan lelaki itu pun lunglai. Kami katakan kepada anak perempuan itu: engkau pasti akan melihatnya dengan izin Allah SWT di surga yang luasnya seluas langit dan bumi. Yakni, sebuah tempat yang menjadi dambaan mereka yang selalu berbuat baik. Ya, tempat itu tidak seperti dunia kita yang hina ini. Sebab dunia ini hanyalah dambaan mereka yang tidak menginginkan Allah SWT dan hari akhir.
"Dan bersegeralah kepada ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disiapkan bagi orang-orang yang bertaqwa."(Q.S. Ali-Imran:133)
Maka berbuatlah untuk rumah esok yang dijaga oleh malaikat Ridwan, bertetanggakan Ahmad dan Tuhan Pengasih yang membangunnya istananya dari emas, wewangian menjadi tanahnya, dan ja;faran adalah bunga yang tumbuh di dalamnya.
Wahai saudaraku di jalan Allah SWT......
Wahai para tua renta yang bungkuk dan sudah berbau tanah...sudah siapkah engkau menghadapi malam pertama itu???
Ia adalah awal dari malam-malam selanjutnya,
Ia, kalau bukan awal dari malam-malam surga, adalah awal dari malam-malam neraka.
Hamba-hamba Allah SWT....
Bershalawat dan bersalamlah kepada orang yang diutus untuk kalian...!!!
Dan ucapkanlah shalawat kepada para sahabatnya dan ridhailah para kekasihnya...
Maha Suci Allah Tuhan Yang Mulia dari segala yang mereka sifatkan. Keselamatan bagi para Rasul dan segala puji bagi Tuhan semesta alam.
dikutip dari perkataan DR. Aidh al-Qarni.
Jumat, 01 Mei 2009
Langganan:
Komentar (Atom)